Wednesday, April 28, 2010

And Indonesia For All; METALLICA Local Chapter

Ngomongin fans club Metallica yuk. Kecintaan terhadap karya Metallica, kekaguman terhadap para personel terdahulu sampai line-up terakhir, tercurah di sini.
Drop dead fans Metallica ternyata punya wadah, yaitu “… And Indonesia for All”, sebuah komunitas tempat para pencinta band asal Los Angeles, Amerika, yang terbentuk tahun 1981 ini bisa saling berbagi informasi tentang segala sesuatu mengenai Metallica. Sampai sekarang, member yang bergabung sudah lebih dari 1600 orang. Pada awalnya komunitas ini dibuat sebagai wadah berkumpul fans Metallica dari Indonesia, tetapi lama kelamaan banyak juga bule yang akhirnya ikutan bergabung. Apalagi informasi yang disampaikan sebagian memang menggunakan bahasa Inggris.

Banyak yang bisa didapat dari komunitas ini. Salah satunya, member akan dimanjakan dengan informasi terbaru yang selalu diupdate hampir setiap hari mengenai kegiatan Metallica, rilisan terbaru, merchandise terbaru, termasuk informasi tour tahun 2010. Member juga bisa mendapatkan informasi mengenai di mana bisa ngedapetin koleksi Metallica mulai dari yang umum sampai yang langka alias limited, atau yang tidak beredar di Indonesia dari awal lahirnya album Kill ‘Em All hingga album terakhir, Death Magnetic.. Mantab nggak tuh.

Sudah dimaklumi kalau rilisan lama Metallica memang menjadi salah satu yang diburu para kolektor. Contohnya salah seorang kolektor terbesar Metallica asal Inggris yang bernama Hector. Dia mempunyai poster yang ada tanda tangan mendiang Clifford Lee Burton, bassist Metallica, yang tewas dalam kecelakaan bus dalam perjalanan tur mereka ke Skandinavia, 27 September 1986 lampau. Barang yang satu ini tergolong fantastis. Kalau ditawar nih, harga poster yang telah ditandatangani James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammet, dan Cliff Burton tadi bisa menyaingi harga sebuah mobil keren seri terbaru. Very very mahal, Sob!

Tribute to Metallica

Selain ngedapetin updated info mengenai Metallica, komunitas yang satu ini juga menggelar kegiatan rutin, lho. Mereka bikin ajang gathering yang diisi dengan ngejam bareng di studio, nonton bareng video konser terbaru Metallica dan juga ngedatengin acara-acara tribute to Metallica di berbagai tempat. Acara tergres yang mereka datengin pada saat tulisan ini dibuat adalah tribute to Metallica yang digelar di Masberto Café, daerah Sudirman, Jakarta Pusat dalam waktu dekat ini.

“Dulunya komunitas ini menggunakan nama Metallica Indonesia, tetapi oleh pihak manajemen The Metallica Club di Amrik kita diminta mengubah nama dengan sesuatu yang original dari Indonesia dan digabungkan dengan lagu atau lirik lagu-lagu Metallica. Akhirnya kami memilih “… And Indonesia for All” yang merupakan modifikasi dari album “… And Justice for All” dan sepertinya sesuai dengan situasi negara kita,” kata Agung, salah satu pengurus …And Indonesia for All.
“Local Chapter negara lain juga unik-unik namanya, kayak Argentina Amber, Belgium Devildancers, The UK Thorn, Don’t Tread On Austria, Dutch Horsemen, Texas Magnetic Death, Utah’s Bleeding Justice, Virginia Fuel, Damaged Switzerland, dan lain-lain,” imbuhnya.

Sumber : http://dapurletter.com

Friday, April 9, 2010

Rahasia Kekuatan Bawah Sadar

Manusia memiliki satu pikiran, dengan dua lingkup: pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Bedanya, pikiran sadar mampu menalar, membandingkan baik dan buruk, benar dan salah, positif dan negatif. Adapun pikiran bahwa sadar tidak menalar mana yang positif dan mana yang negatif, mana yang benar dan mana yang salah. Dan pikiran bawah sadar, menurut penulis buku ini, Joseph Murphy, memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. ”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan,” tulis Murphy (hlm 3).

Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.

Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Murphy memberi contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut.

Karena itu, sifat iri terhadap kebahagiaan seseorang justru akan menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Murphy memberi contoh, saat kita tidak suka orang lain memiliki deposito begitu banyak dalam rekeningnya, sementara kita hanya bisa menabung sedikit demi sedikit, berarti kita telah menempatkan diri kita ke posisi yang sangat negatif; ”karena itu, kekayaan mengalir dari kita, bukan ke kita.”. Untuk menetralisir pikiran negatif itu, Murphy menyarankan agar kita menyatakan langsung kepada diri sendiri bahwa kita mendoakan orang itu agar kekayaannya makin berlimpah.

Lalu, apa saja tujuan memberdayakan pikiran bawah sadar? Yang paling sederhana adalah untuk mengatasi sugesti rasa takut, cemas, dan sebagainya. Tujuan lain adalah untuk penyembuhan mental, bahkan untuk penyembuhan penyakit fisik. Bagaimana kalau untuk kekayaan? Pikiran bawah sadar bisa dimanfaatkan untuk meraih kekayaan! Bagaimana tekniknya?

Saat Anda hendak tidur di malam hari, Murphy menyarankan untuk mempraktikkan teknik: mengulangi kata-kata ”kekayaan” dengan tenang, santai dan penuh perasaan. Dalam kaitan ini, sang penulis buku ini menekankan antara lain: Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar harus sepakat untuk menegaskan gagasan dominan tentang kekayaan, bukan kemiskinan.

Lalu, apa pendapatnya tentang kerja keras untuk memperoleh kekayaan. Murphy berpendapat bahwa mencoba mengumpulkan kekayaan dengan cucuran keringat dan kerja membanting tulang adalah salah satu cara untuk menjadi orang terkaya dalam kubur.

Teknik lain melatih pikiran bawah sadar adalah memaafkan, yang penting untuk penyembuhan. Jengkel bahkan sampai mengutuk orang lain apalagi memusuhinya bisa menimbulkan berbagai penyakit. Teknik memaafkan yang diuraikan Murphy adalah sebagai berikut: Tenangkan pikiran, bersikap rileks, dan biarkan semua terjadi. Lalu, katakan, ”Saya bebaskan setiap orang dan semua orang yang pernah menyakiti hatiku, dan saya berdoa minta kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan segala berkah hidup bagi setiap orang.”

Buku yang versi Indonesia diterbitkan oleh Spektrum, Jakarta, 1997, dan dialihbahasakan oleh B. Dicky Soetadi ini patut dibaca oleh siapa saja yang ingin melatih berpikir positif untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang baik demi kehidupan yang lebih baik.
Sumber:www.resensi.net

Wednesday, April 7, 2010

Grinding Punk Corporation


GRINDING PUNK CORPORATION
oleh kimung

Sejak awal kemunculannya awal tahun 1990an, punk di Bandung disemarakkan oleh band-band yang identik dengan Sex Pistols, Ramones, dan Exploited. Kemunculan band-band ini seiring dengan makin maraknya simbol-simbol punk yang diadopsi para punker Bandung. Lambang-lambang seperti huruf ‘A’ atau ‘NRQ’ yang merupakan simbol dari ideologi ‘anarchy’, atau tulisan ‘chaos’ tampak mendominasi seluruh atribut punk, mulai dari jaket kulit berspike, jins ketat dan boots, hingga rajah di seluruh badan. Semarak ini semakin dibuaskan oleh pemberitaan media yang selalau menganggap musik punk sebagai musik kesetaraan. Musik for you and me, di mana semua orang harus dapat menyanyikannya bersama-sama dan karenanya, musik punk rata-rata dikemas sangat sederhana. Tiga atau empat jurus, beres. Stereotip inilah yang kemduian berkembang pesat secara musikal. Yang lolos dari pemberitaan media mengenai punk adalah satu : tak digalinya konsep ‘chaos’ dan ‘anarchy’ itu sendiri yang seharusnya menjadi state of mind para punker. Melalui Grinding Punk Corporation, Butchex dkk mencoba mendobrak paradigma itu.

***


Adalah Butchex The Cruels yang baru saja memecat seluruh personilnya tahun 2000an ketika ia datang ke Studio Pieces dan mengadukan kekecewaaannya kepada Dani Jasad. Butchex melihat pola berpikir semua punker Bandung telah terbentuk oleh pemberitaan media massa yang cenderung status quo. Bahwa musik punk itu haus gini, yang gini loh yang musik punk, yang sederhana, tak lebih dari tiga atau empat jurus hingga orang-orang dapat dengan mudah memainkannya, kord-kord dan riff-riffnya juga tak njelimet hingga tak butuh energi banyak dalam menciptakan lagu dan memainkannya. Asal pesan dalam lirik sudah terpenuhi maka sudahlah, beres. Mindset itulah yang diciptakan media mengenai punk dan segera menjadi stereotip. Yang lalu cenderung dilupakan punker adalah esendi ideologi punk itu sendiri : ‘chaos’ dan ‘anarchy’.
Bagi Butchex, ‘chaos’ dan ‘anarchy’ adalah sebuah kondisi tanpa aturan, di mana tak ada satupun bisa menguasai dan mengatur hidup individu. Individu berbebas berkehendak tanpa harus ada aturan-aturan yang mengekang hasrat mereka, apalagi dalam bermusik. Hasrat bermusik Butchex adalah memainkan musik ekstrim sekencang-kencangnya dan mengekspresikan dirinya sebebas-bebasnya melalui The Cruels. Kekecewaan Butchex berlipat-lipat ketika tak ada satu punker pun yang bisa mengejar hasrat musik yang Butchex impikan, juga ketika mereka lalu menggugat, “Naha punk teh kieu Butch? Jiga grindcore ieu mah?” Hingga saat itu yang selalu Butceh inginkan adalah menjawab dengan teriakan, “Punk mah kumaha aing atuh, anjing! Bebaskeun!” Namun yang lebih ia inginkan adalah membentuk sebuah band, bukan menjawab pertanyaan konyol itu. Dan kekecewaannya semakin berlipat ketika menerima kenyataan para punker yang ia temui tak bisa mengejar kekencangan musik ekstrim yang ia impikan.
Maka alam curhatnya, Butchex mengajak Dani, Opik, dan Komenx—semuanya adalah musisi death metal dan black metal—untuk membantunya membentuk pola awal musik The Cruels. Konsepnya melenceng dari punk secara umum di Indonesia : punk attitude dengan ekspresi musik seekstrim mungkin.
Musim gugur 2001, The Cruels mulai menggarap album mereka yang kelak kita kenal sebagai album Hollow Horror. Selain lagu-lagu sendiri, The Cruels juga membawakan lagu Jasad dari album C’Est la Vie, “Whole System Fuck”, lagu Keparat “Police Shit”, serta mendaur ulang lagu Metallica, “Whiplash”, yang sempat masuk kompilasi Tribute to Metallica. Dalam memperkuat imej ekstrim dalam musiknya, Butchex juga mengajak kawan-kawannya di scene metal Ujungberung untuk ikut menambah kekentalan ekstrim musiknya. Mereka adalah Toteng Forgotten, Amenk Disinfected, Addy Gembel, dan Ivan Scumbag. Pun dalam artwork, Butchex mempercayakan penggarapannya kepada para musisi grindcore, Gustavo dan Dittorture. Logo The Cruels sendiri dibuat oleh Opick Dead Cryptorium Inc., sangat berbau metal ekstrim.
Tak cuma bermain di ranah konsep musik dan artwork album, Butchex juga mengambil tema lirik yang tidak standar punk Bandung dalam albumnya yang kemduian bertitel Hollow Horror dan dirilis oleh Arrack Records itu. Butchex juga bermain di termin lirik. Ada dua belas lagu yang direkam The Cruels saat itu. Sebagian besar lirik merupakan hasil kolaborasi Butchex bersama kawannya di Homeless Crew, Kimung, yang kemudian ia olah ulang. Lagu-lagu The Cruels yang direkam saat itu adalah “Dancing”, “Whole Systems Fuck”, “Police Shit”, “Chemical Inc.”, “Life Sucks Scum Fuck”, “Kill Racist”, “Death’s Line”, “Hollow Horror”, “Sign”, “Ripped… My Soul”, “I’m the Hate”, dan “Whiplash”. Dari keterbukaan Butchex kepapa lirik-lirik yang dibuat Kimung, dapat dilihat jika The Cruels sejak awal memang punk rock yang menyimpang di Indonesia. “Dancing”, misalnya adalah lagu tentang ‘asap biru sabu-sabu yang menari bolak-balik di track alumunium foil’. Atau “Chemical Inc.” yang jelas lagi-lagi berkonotasi penggunaan kimia. Atau “Sign’ yang menceritakan tanda-tanda yang mendukung sugesti atas sebuah fenomena yang akan atau sedang kita jalani. Lirik-lirik dekonstruksi ini dikemas Kimung sebagai puisi-puisi bergaya beat yang ia buat selagi tak sadar dan dalam pengaruh drugs, yang kemudian diterjemahkan Butchex secara brilian dalam bahasa global musik punk rock dan jalanan : pemberontakan.
Yang paling kentara sebagai penyelenehan punk The Cruels, tentu saja musik yang digarap trio Dani-Opick-Komenk. Ini sama sekali bukan beat-beat punk, tapi whaddafukkinhell! Punk adalah chaos dan kebebasan dan dua hal itulah yang dieksplorasi The Cruels, para punker sebenarnya. Musik dalam Hollow Horror adalah brutal death metal sederhana atau straight grindcore atau mungkin punk njlimet dan super cepat. Musik ini pada dasarnya adalah formula yang dirumuskan Butchex sejak awal ia berkomitmen membangun sebuah band punk rock. Formula musik ini pula yang tak lama kemudian menggugah sel baru punk rock Ujungberung Rebels untuk bangkit : Grinding Punk Corporation. Dalam bagian belakang cover Hollow Horror, di tengah kolase Comerads of Hate, Butchex memajang tulisan provokatif “It’s Punk Grinding Time!!!”

***

Rilisnya Hollow Horror oleh The Cruels merupakan sebuah tonggak baru dalam dinamika musik Ujungberung Rebels, terutama punk. Hollow Horror adalah sebuah terobosan baru dalam memainkan musik punk. Musiknya grinding yang rapat dengan ketukan hypercan ditingkahi lirik-lirik sangat kental pemberontakan yang dilafalkan dengan cara growling dan screaming. Tapi ini bukan grindcore. Ini jelas adalah punk. “Punk bukan cuma ‘dugtakdugtak’ atau musik tiga jurus beres, Man.. Punk itu pemberontakan! Termasuk memberontak ke pola-pola mainin musik punk yang udah mapan. Inilah punk kami! Tong maenkeun musik nu kitu-kitu wae, lah! Mainin sesuatu yang beda!” begitu seru Butchex. Hal yang juga senada dicetuskan Apuy, scenester The Black Evil Saraf Timur Squad dari Cicalengka, vokalis band Tikus Kampung, yang kemduian bersekutu dengan Butchex. Pertama kali mendengar Hollow Horror, Apuy merasa satu ekspresi dengan Butchex. Ia merasa sangat cocok dengan musik yang dimainkan The Cruels karena bandnya, Tikus Kampung memiankan musik yang kurang lebih berpola sama dengan Hollow Horror, juga berideologi sama dengan Butchex dalam memandang punk.
Tikus Kampung dan The Cruels pun segera bersekutu membentuk sebuah kelompok band-band beraliran grinding-punk. Ujungberung dalam hal ini segera menjadi episentrum tempat kelompok yang kemudian perlahan menggasak jalanan itu. Butchex dan Apuy menamakan kelompok mereka Grinding Punk Corporation, sebuah kelompok yang terdiri dari band-band punk yang memainkan musik mereka dengan cara grinding. “Lain rek so’ eksklusif, misahkeun diri ti scene punk nu geus aya. Tapi, nya ieu urang-urang. Punk nu grinding. Punk nu tarik. Grinding Punk Corporation nyoba ngumpulkeun band-band nu sajenis, mere wadah keur berkarya babarengan” tandas Apuy. Yang kemduian Apuy rujuk sebagai “urang-urang’ adalah enam band grinding-punk : The Cruels, Tikus Kampung, Sedusa, Carnaval of Anaconda, Sick Man from Egypt, dan Pemberontak.
Sebagai manifestasi pemberontakan mereka pada kaidah-kaidah punk yang sudah mapan, Grinding Punk Corporation menggelar sebuah gig yang menampilkan band-band punk yang khusus mengekspresikan musikalitas mereka dengan cara-cara yang grinding dan ekstrim. Sekitar dua puluh band grinding-punk menghajar venue Ultimus tahun 2005. Yang unik, Grinding Punk Corporation kemudian tak lantas membakukan diri sebagai status quo, sebuah organisasi, atau bahkan komunitas. Bahkan tak selintas pun sepertinya ada di kepala masing-masing mereka yang ada di dalam Grinding Punk Corporation. Karenanya kelompok ini tak punya markas, tempat nongkrong, base camp, atau hal fisik apapun yang menunjukkan mereka eksis. Namun demikian, secara intens mereka saling berkomunikasi, bertukar informasi melalui imel, atau sekedar smsan untuk saling bertemu. Siapapun yang tertarik kepada kelompok pemuja kebebasan ini silahkan bebaskan dirimu dan cari informasinya di www.myspace.com/grindingpunkcorporation.

Maaf apabila saya hanya meng copy-paste artikel yang saya posting, tapi ini demi sebuah tugas..!!

sumber: http://qyodeath.blogspot.com/2010/01/grinding-punk-corporation.html

Thursday, March 11, 2010

Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air

PENDAHULUAN
Tujuan pendidikan adalah untuk memajukan budi pekerti sehingga seorang individu menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan mampu mencapai kesempurnaan hidup sehingga mampu hidup selaras dengan alam dan masyarakatnya. Namun mengapa perilaku membuang sampah sembarangan, membuang limbah tanpa pengolahan terlebih dahulu, eksploitasi hasil hutan, eksploitasi hasil tambang, dan perilaku yang mengeksploitasi dan merusak alam lainnya masih sering kita dengar, lihat dan rasakan dinegara kita. Realitas juga menunjukkan bahwa negara kita tidak hanya mengalami kerusakan secara fisik yang terlihat dari rusaknya alam, tetapi juga mengalami kerusakan jiwa atau kerusakan psikologis yang tampak dari perilaku-perilaku yang berujung pada kerugian yang harus ditanggung oleh rakyat banyak seperti korupsi contohnya.
Perilaku merusak alam akan memberikan dampak fisik maupun psikis yang luar biasa tidak hanya pada masyarakat yang tinggal disekitar daerah yang rusak namun juga menimbulkan kerugian yang besar bagi negara kita. Kasus eksploitasi hasil hutan seperti penebangan kayu illegal atau yang dikenal dengan illegal logging yang terjadi diberbagai wilayah Indonesia merupakan salah satu contoh perilaku merusak alam lingkungan yang telah memberikan kerugian materiil yang sangat berarti bagi negara. Selain menyebabkan kerugian materiil, penebangan kayu ilegal juga telah menyebabkan rusaknya ekosistem hutan yang proses rehabilitasinya dapat menelan biaya yang tidak sedikit dalam kurun waktu yang cukup lama pula. Kerusakan ekosistem hutan akibat penebangan ilegal juga telah menyebabkan suku Anak Dalam kehilangan habitatnya. Semburan lumpur Lapindo akibat ingin mengeksploitasi minyak yang terkandung didalam tanah juga telah menyebabkan warga sidoarjo, porong dan sekitarnya kehilangan habitat yang juga menyebabkan rusaknya tatanan masyarakat didaerah tersebut dan sekitarnya. Kerugian
fisik maupun psikis yang timbul akibat rusaknya habitat dan ekosistem alam telah menimbulkan tidak hanya beban materi namun juga menimbulkan beban psikis yang dapat mengganggu kesehatan mental mereka. Perilaku merusak alam dan lingkungan memberikan dampak yang begitu besar tidak hanya bagi kehidupan masyarakat yang hidup didaerah sekitar alam yang rusak namun juga mempengaruhi kehidupan bangsa dan negara.
Perilaku merusak dan mengeksploitasi sumber daya alam maupun sumber daya manusia baik secara langsung maupun tidak langsung seharusnya tidak dilakukan oleh orang yang berpendidikan karena mereka seharusnya berbudi pekerti luhur dan mampu mencapai kesempurnaan hidup yaitu hidup yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Individu yang sudah mencapai kesempurnaan hidup akan melestarikan alam dan lingkungannya dan tidak akan merusaknya karena ia sudah mampu hidup selaras dengan alam. Namun realitas berkata lain, pelaku kasus pengrusakan lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung ternyata sebagian besar didominasi oleh orang yang notabene berpendidikan. Beberapa contoh kasus pengrusakan linkungan tersebut diantaranya adalah pencemaran di teluk buyat di Sulawesi Utara yang dilakukan oleh PT. Newmont Minahasa Raya (NMR) (http://www.jatam.org/index.php?option=com_content&task=view&id=94&Itemid=4 , Dari Buyat Ke Jakarta, 18 Juli 2007), kasus suap salah satu anggota DPR Al Amin Nasution terkait dengan upaya perubahan status hutan lindung di Bintan menjadi hutan komersil (http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=36294&ik=5, Sejumlah Anggota DPR Diduga Terlibat Kasus Suap Al Amin, Rabu 16 April 2008, Jam: 10:35:00, untung/nk/t).
Pertanyaan yang muncul adalah mengapa orang yang berpendidikan merusak alam lingkunganya? Apakah karena pendidikan telah gagal membimbing seseorang untuk dapat mencapai kesempurnaan hidup? ataukah kerusakan alam lingkungan ini terjadi karena lunturnya rasa cinta tanah air atau nasionalisme?dan apakah fokus pendidikan yang saat ini hanya membidik ranah kognisi juga mempengaruhi rasa cinta tanah air siswa didiknya? Pertanyaannya kemudian lalu bagaimana pendidikan bisa memajukan tidak hanya jasmani, pikiran, budi pekerti, namun juga menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta tanah air atau nasionalisme? Apakah pendidikan yang berbasis pada nilai budaya baik lokal maupun nasional dapat menjadi suatu alternatif? Oleh karena itu,
penulis berupaya untuk menjelaskan dengan sudut pandang psikologis mengenai bagaimana pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai budaya lokal dan nasional dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air atau nasionalisme pada siswa didik.
Penulis akan mulai dengan menguraikan mengenai tujuan pendidikan serta proses dan dampaknya terhadap perilaku seseorang. Uraian berikutnya adalah mengenai rasa cinta tanah air yang antara lain menjelaskan mengenai pentingnya rasa cinta tanah air atau nasionalisme dan manfaat cinta tanah air terhadap pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional dan diakhiri dengan bagaimana pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air atau nasionalisme pada siswa didik.
Rasa Cinta Tanah Air (Nasionalisme)
Rasa cinta tanah air atau nasionalisme dalam tulisan ini adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan.
Individu yang memiliki rasa cinta pada tanah airnya akan berusaha dengan segala daya upaya yang dimilikinya untuk melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya. Rasa cinta tanah air inilah yang mendorong perilaku individu untuk membangun negaranya dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, rasa cinta tanah air perlu ditumbuhkembangkan dalam jiwa setiap individu yang menjadi warga dari sebuah negara atau bangsa agar tujuan hidup bersama dapat tercapai.
Salah satu cara untuk menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air adalah dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah airnya melalui proses pendidikan. Rasa bangga terhadap tanah air dapat ditumbuhkan dengan memberikan pengetahuan dan dengan membagi dan berbagi nilai-nilai budaya yang kita miliki bersama. Oleh karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai budaya dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif untuk menumbuhkembangkan rasa bangga yang akan melandasi munculnya rasa cinta tanah air.
Hilangnya rasa cinta tanah air
Pada awalnya cinta tanah air adalah suatu kasih sayang dan suatu rasa cinta terhadap tempat kelahiran atau tanah airnya. Hilangnya rasa cinta tanah air yang dimiliki oleh bangsa Indonesia memang telah memudar. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kasus korupsi, buang sampah sembarangan menyebabkan kebanjiran, penebangan pohon secara liar, banyaknya pembajakan terhadap produk-produk tertentu hingga kasus bom yang baru-baru saja terjadi.
Sementara banyak orang yang berspekulasi tentang penyebab kejadian pemboman tersebut, sebenarnya yang menjadi akar permasalahannya adalah kurangnya partisipasi masyarakat atau punahnya rasa cinta tanah air. Kita sebut saja jika mereka memang mempunyai rasa cinta tanah air,maka mereka tidak akan melakukan aksi pemboman di negeri sendiri.Tidak ada keuntungan dari aksi pemboman ini, tragedi ini hanya mengakibatkan citra Indonesia semakin buruk di mata dunia, sehingga devisa negara berkurang, dapat mengakibatkan berkurangnya pemasukan kas negara yang berakibat banyak negara yang melarang warganya untuk mengunjungi Indonesia dan hilangnya rasa cinta tanah air kita.
Berkurangnya pemasukan kas negara mengakibatkan kondisi perekonomian semakin kacau,akan semakin banyak gelandangan di Indonesia,dan rakyat miskin akan semakin bertambah. Dan pada akhirnya rakyat jugalah yang menjadi korban akhir dari dampak pemboman ini. Mereka yang membom mereka juga yang akan merasakan akibatnya.
Jika saja mereka memang memiliki rasa cinta tanah air yang besar, sudah pasti mereka tidak akan melakukan pemboman di negeri sendiri,dan tidak juga melakukan pemboman di negeri lain. Hilangnya jati diri bangsa,kurangnya kepedulian terhadap sesama,kurangnya rasa cinta tanah air lah yang meyebabkan hal ini dapat terjadi. Cinta tanah air,berarti mencintai Indonesia apa adanya,kita adalah satu keluarga besar yang terdiri dari berbagai macam kebudayaan masing-masing,cintailah itu,banggalah menjadi sebuah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan cintailah negrimu. Apapun dan bagaimanapun ini adalah negeri kita Indonesia tempat kita bernapas,tempat kita berlindung maka dari itu cintailah Indonesiamu. Kita harus menghormati dan menghargai jasa-jasa yang membangkitkan bangsa Indonesia, dan tidak lupa memberikan semangat untuk bangsa Indonesia.
Melestarikan Budaya Sebagai Simbol Cinta Tanah Air
Budaya Indonesia memang memiliki nilai yang unik dan dapat menggugah ketertarikan dari warga manca negara di belahan dunia. Namun, sayangnya budaya yang beraneka ragam ini tidak banyak dicintai oleh warganya sendiri (kita). Terbukti, dengan lebih tertariknya warga kita pada budaya luar. Budaya yang semestinya menjadi warisan untuk anak bangsa dari Sabang sampai Merauke ini, malah kurang diminati dirumahnya sendiri. Mulai dari kalangan anak kecil sampai kalangan tua.
Warga kita lebih mengutamakan budaya luar ketimbang melestarikan budayanya sendiri. Maka tidak heran, jika budaya kita dengan mudah diklaim oleh negara lain. Malaysia sebagai contohnya. Beberapa budaya kita telah diklaim sebagai budaya yang lahir di Negeri Jiran ini. Setelah adanya klaim dari Malaysia, baru seluruh elemen dari WNI sibuk mencaci maki Malaysia. Padahal jika kita koreksi kembali, besarkah rasa cinta kita terhadap budaya kita? Dan, apakah budaya kita ini sudah betul-betul dijaga dan dilestarikan, sebelum adanya klaim dari Malaysia? Mungkin sedikit sekali yang bisa menjawab : “Ya, dalam masa hidup, saya senantiasa mencintai, menjaga, merawat dan ikut melestarikan Budaya Indonesia”.
Jaipongan contohnya, budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Karawang, Jawa barat. Ketertarikan Warga Karawang atau Jawa Barat untuk ikut mempelajari khasnya tari dan musik Jaipong dinilai minim. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap Jaipongan sebagai “musik kuno dan tidak modern atau ketinggalan zaman.”
Seharusnya budaya warisan dari nenek moyang kita adalah budaya yang sangat mahal. Seiring dengan berjalannya waktu, maka zaman akan membeli budaya dengan harga yang tak ternilai. Dalam bahasa saya : “unik itu menarik, dan menarik itu mempunyai harga tak ternilai.” Namun sayang, sedikit sekali orang yang menyadari betapa pentingnya nilai budaya untuk dilestarikan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Padahal, jika tidak dijaga, tidak dirawat, dan tidak dilestarikan, maka sesungguhnya jangan merasa kecewa dan muak jika kemudian budaya kita diklaim oleh bangsa dan negara lain.
Kesimpulan
kita harus memahami mengapa kita perlu menanamkan didalam rasa hati kita yang paling dalam bahwa kita harus mempunyai rasa cinta akan tanah air kita sendiri dengan adanya keindahan alam yang kita miliki, karena tidak semua Negara dapat memiliki keindahan alam yang kita punya. Kita pun sudah sepantasnya untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kekayaan yang dimiliki oleh Negara kita, antara lain hamparan sawah yang menghijau, deretan gunung yang menjulang tinggi yang siap mengokohkan pulau-pulau di Negara kita tercinta ini. Negara kita juga kaya akan kehidupan alam laut yang kaya akan tanaman laut dan binatang laut lainnya yang merupakan salah satu sumber kehidupan kita, keragaman suku yang berbeda-beda tetapi saling menjaga dan menghargai antar suku dengan melestarikannya, karena budaya yang kita miliki sudah sewajarnya kita lestarikan. kita syukuri dan mengerti bahwa memang kita patut cinta kepada tanah air kita ini, karena rasa cinta itu melahirkan rasa ingin memiliki, menyayangi, dan selalu ingin menjaga keutuhan Negara kita, Negara Indonesia yang kaya raya ini.
Itulah kesimpulan yang saya ambil, dengan melestarikan budaya kita, maka kita dapat mempererat dan memperkokoh tali persaudaraan kita sehingga tidak ada lagi Negara yang meng-klaim budaya yang seharusnya milik kita menjadi milik mereka.
DAFTAR PUSTAKA
http://yubi89.wordpress.com/2010/03/03/hilangnya-rasa-cinta-tanah-air/
http://www.karawanginfo.com/?p=4079
http://belanegarari.wordpress.com/2009/05/01/meningkatkan-rasa-cinta-tanah-air-dengan-pendidikan-berbasis-nilai-nilai-budaya-perspektif-psikologi/

Friday, March 5, 2010

Rasa Cinta Tanah Air (Nasionalisme)

Rasa cinta tanah air atau nasionalisme dalam tulisan ini adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan.
Individu yang memiliki rasa cinta pada tanah airnya akan berusaha dengan segala daya upaya yang dimilikinya untuk melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya. Rasa cinta tanah air inilah yang mendorong perilaku individu untuk membangun negaranya dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, rasa cinta tanah air perlu ditumbuhkembangkan dalam jiwa setiap individu yang menjadi warga dari sebuah negara atau bangsa agar tujuan hidup bersama dapat tercapai.
Salah satu cara untuk menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air adalah dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah airnya melalui proses pendidikan. Rasa bangga terhadap tanah air dapat ditumbuhkan dengan memberikan pengetahuan dan dengan membagi dan berbagi nilai-nilai budaya yang kita miliki bersama. Oleh karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai budaya dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif untuk menumbuhkembangkan rasa bangga yang akan melandasi munculnya rasa cinta tanah air.

Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Budaya Lokal dan Nasional

(transfer of value).
Ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam proses pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional adalah mengenai adat istiadat lokal yang ada didaerah tersebut dan adat istiadat yang diakui dan dijadikan identitas bangsa. Mengingat Indonesia adalah negara yang multi-budaya maka muatan pendidikan budaya lokal yang terimplementasi dalam bentuk kurikulum budaya lokal akan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya dalam model pendidikan ini. Sedangkan kurikulum yang bermuatan budaya nasional akan sama antara satu daerah yang satu dengan daerah yang lain. Selain membagi dan berbagi pengetahuan mengenai adat istiadat lokal dan nasional, nilai-nilai budaya bersama juga harus disampaikan dalam proses pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional.
Pengetahuan mengenai adat istiadat lokal maupun nasional dan pemahaman mengenai nilai-nilai bersama sebagai hasil dari proses pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional akan membentuk manusia Indonesia yang bangga terhadap tanah airnya. Rasa kebanggaan ini akan menimbulkan rasa cinta pada tanah airnya yang kemudian akan mengejawantah dalam perilaku melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya.

Sumber : http://belanegarari.wordpress.com/2009/05/01/meningkatkan-rasa-cinta-tanah-air-dengan-pendidikan-berbasis-nilai-nilai-budaya-perspektif-psikologi/

Friday, December 25, 2009

Makalah Psikologi Tentang Bahaya Merokok

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Penyusun memilih judul ini berusaha untuk mengungkap kasus tentang pelanggaran-pelanggaran yang ada di sekolah khususnya untuk para perokok. Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini dapat menyadarkan akibat dan bahaya yang ditimbulkan dari rokok bagi pembaca khususnya penulis


1.2 Rumusan Masalah
Makalah ini dibatasi dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Kenapa anda merokok?
2. Apa dampak dari merokok?
3. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
4. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
5. Apa sanksinya?

1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun untuk:
1. Mengetahui apa itu rokok
2. Mengetahui bahaya dari merokok

1.4 Metode Penulisan
Metode yang kami ambil dalam penyusunan makalah ini yaitu;
1. Observasi pengumpulan data
2. Wawancara dengan si pelaku

1.5 Sistematika Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Metode Penulisan
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Merokok Di Lingkungan Sekolah
2.2 Sanksi
2.3 Upaya mengatasi
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Merokok Di Lingkungan Sekolah
Rokok adalah campuran tembakau dengan kandungan zat yaitu nikotin dan TAR yang dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh maupun bagi lingkungan.
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.

2.2 Sanksi
Merokok di sekolah bukanlah hal yang baik, oleh sebab itu siapa yang melakukan pelanggaran pasti diberi sanksi / hukuman
Bilamana siswa melakukan pelanggaran khususnya merokok jika dia tertangkap dan ketahuan maka siswa yang bersangkutan akan dibawa ke ruang guru atau ruang BP untuk diberi sanksi.
Sanksi yang diberikan bagi perokok di sekolah satu kali dia melakukan maka dia akan diberi peringatan atau disuruh untuk merokok di lapangan dengan rokok di bibir tanpa tangan sampai rokok tersebut habis. Akan tetapi peringatan tersebut tidak bisa menaklukannya maka orang tua yang bersangkutan akan dipanggil ke sekolah bila masih merokok saja maka mau tidak mau siswa tersebut harus meninggalkan dan keluar dari sekolah.

2.3 Upaya mengatasi
Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Merokok itu sangatlah berbahaya apalagi bagi siswa-siswa sekolah yang belum mampu mengatasi dampak yang akan timbulkan dari merokok tersebut. Merokok di sekolah selain tercoreng juga akan mendapat sanksi yang memberatkan diri sendiri, apalagi sampai dikembalikan kepada orang tua oleh pihak sekolah.

3.2 Saran
Mari kita jauhi rokok, Karena dapat mendekatkan kepada narkoba, sayangilah dirimu dengan menjaga tubuhmu dan lingkunganmu

Sumber :
http://www.blogcatalog.com/search.frame.php?term=makalah+kesehatan&id=1b4948a476902b8d4725d0e3ddaef9e9

Makalah Kesehatan Tentang Autis

BAB I
PENDAHULUAN

2.1 Pengertian Autisme
Autisme berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Penyandang autisme seakan-akan hidup di dunianya sendiri. Instilah autisme diperkenalkan sejak tahun 1943 oleh Leo Kanner, sekalipun kelainan ini sudah ada sejak berabad-abad yang lampau.
Dahulu dikatakan autisme merupakan kelainan seumur hidup, tetapi kini ternyata autisme masa kanak-kanak ini dapat dikoreksi. Tatalaksana koreksi harus dilakukan pada usia sedini mungkin, sebaiknya jangan melebihi usia 5 tahun karena diatas usia ini perkembangan otak anak akan sangan melambat. Usia paling ideal adalah 2-3 tahun, karena pada usia ini perkembangan otak anak berada pada tahap paling cepat. Menurut Mudjito, autisme adalah anak yang mengalami gangguan berkomunikasi dan berinteraksi sosial serta mengalami gangguan sensoris, pola bermain dan emosi. Dapat disimpulkan bahwa autisme adalah gangguan perkembangan yang khususnya terjadi pada masa kanak-kanak yang membuat seseorang tidka mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

2.2 Faktor Penyebab Autisme
Sampai saat ini para ahli belum menentukan penyebab pasti mengapa seorang anak menjadi autisme. Beberapa ahli berpendapat autisme merupakan sindroma yang disebabkan oleh berbagai penyebab seperti:
a. Faktor genetik
diduga karena adanya kromosom (ditemukan 5-20% penyandang autisme) seperti kelainan kromosom yang disebut syndrome fragile-x/
b. Kelainan otak
adanya kerusakan atau berkurangnya jumlah sel syaraf yang disebut sel purkinye.

c. Kelainan Neurotransmitter
terjadi karena impuls listrik antar sel terganggu alirannya. Neurotransmitter yang diduga tersebut adalah serotine (kadarnya tinggi dalam darah ± 30% penyandang autisme) dan dopamine (diduga rendah kadar darahnya pada penyandang autisme)
d. Kelainan Peptida di otak
dalam keadaan normal, glutein (protein gandum) dan kasein (protein susu) dipecah dalam usus menjadi peptida dan asam amino. Sebagian kecil peptida tersebut diserap di usu dan kemudian beredar dalam darah. Bila berlebihan akan dikeluarkan melalui urin dan sebagian lainnya akan disaring kembali saat melewati batang otak sehingga yang masuk kedalam otak hanya sedikit (khususnya gliadorphin, turunan peptida glutein dan casomordophin turunan pepsida kasein).
e. Komplikasi saat hamil dan persalinan
komplikasi yang terjadi seperti pendarahan pada trimester pertama yaitu janin yang disertai terispnya cairan ketuban yang ebrcampur feses dan obat-obatan yang diminum ibu selama masa kehamilan.
f. Kekebalan tubuh.
Terjadi karena kemungkinan adanya interaksi gangguan kekebalan tubuh (autoimun) dengan faktor lingkungan yang menyebabkan autisme.
g. keracunan
keracunan yang banyak dicurigai adalah karena keracunan logam berat timah hitam (Plumbun), arsen, antimony, cadmium, dan merkuri yang berasal dari polusi udara, air ataupun makanan.

2.3 Gejala-gejala Autisme
Menurut DSM-IV (diagnostic and Statistical Manual) 1994, dari grup Psikiatri Amerika menetapkan kriteria untuk autisme masa kanak-kanak adalah sebagai berikut:
A. harus ada sedikitnya 6 gejala dari (1), (2), dan (3) dengan minimal 2 gejala dari (1) dan masing-masing 1 gejala dari (2) dan (3).
(1) gangguan kualitatif dalam interaski sosial yang timbal balik, minimal harus ada 2 gejala dari gejala-gejala dibawah ini :
a. tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai :
• kontak mata sangat kurang
• ekspresi muka kurang hidup
• gerak-gerik yang kurang tertuju
b. tak bisa bermain dengan teman sebaya
c. tak dapat merasakan apa yang dirasakan oranglain.
d. Kurangnya hubungan sosial dan emosional yang timbal balik

(2) Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi, seperti ditunjukan oleh minimal satu dari gejala-gejala dibawah ini:
a. bicara terlambat atau bahkan sama sekali tak berkembang (dan tak ada usaha untuk mengimbangi komunikasi dengan cara lain tanpa bicara).
b. Bila bisa bicara, bicaranya tidak dipakai untuk komunikasi.
c. Sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang.
d. Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif dan kurang bisa meniru.

(3) Suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dari perilaku, minat, dan kegiatan. Sedikitnya harus ada 1 dari gejala dibawah ini:
a. mempertahankan satu minat atau lebih, dengan cara yang sangat khas dan berlebih-lebihan.
b. Terpaku pada satu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tak ada gunanya.
c. Ada gerakan-gerakan yang aneh yang khas dan diulang-ulang.
d. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.
B. Sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam bidang :
a. interaksi sosial,
b. bicara dan berbahasa,
c. cara bermain yang kurang variatif.

C. Bukan disebabkan oleh Sindroma Rett atau Gangguan Disintegratif masa kanak-kanak

Menurut ICD-10 1993 (International Classification of Diseases) dari WHO (World Health Organization), indikator perilaku autistik pada anak-anak adalah sebagai berikut :
1. Bahasa / komunikasi
• Ekspresi wajah datar
• Tidak menggunakan bahasa / isyarat tubuh.
• Jarang memulai komunikasi
• Tidak meniru aksi atau suara.
• Bicara sedikit atau tidak ada, atau mungkin cukup verbal.
• Mengulangi atau membeo kata-kata, kalimat-kalimat atau nyanyian
• Intonasi / ritme vokal yang naeh
• Tampak tidak mengerti arti kata
• Mengerti dan menggunakan kata secara terbatas / harfiah (literally, letterlyk)
2. Hubungan dengan orang lain
• Tak responsive
• Tak ada senyum sosial
• Tidak berkomunikasi dengan mata
• Kontak mata terbatas
• Tampak asyik bila dibiarkan sendiri
• Tidak melakukan permainan giliran
• Menggunakan tangan orang sewasa sebagai alat
3. hubungan dengan lingkungan
• bermain repetitive (diulang-ulang)
• marah atau tak menghendaki perubahan-perubahan
• berkembangnya rutinitas yang kaku (rigid)
• memperlihatkan ketertarikan yang snagat dan tak fleksibel
4. Respon terhadap rangsang indera / sensoris.
• Kadang seperti tuli
• Panik terhadap suara-suara tertentu
• Sangat sensitif terhadap suara.
• Bermain-main dengan cahaya atau pantulan.
• Memainkan jari-jari didepan mata.
• Menarik diri ketika disentuh
• Sangat tidak suka terhadap pakaian dan makanan,dll. Tertentu.
• Tertarik pada pola / tekstur / bau tertentu.
• Sangat inaktif atau hiperaktif.
• Mungkin memutar-mutar, berputar-putar, membentur-bentur kepala, menggigit pergelangan.
• Melompat-lompat atau mengepak-ngepakan tangan.
• Tahan atau berespon aneh terhadap nyeri.
5. kesenjangan perkembangan perilaku
• Kemampuan mungkin sangat baik atau sangat terlambat
• Mempelajari keterampilan di luar urutan normal, misalnya : membaca tetapi tak mengerti arti.
• Menggambar secara rinci, tapi tidak dapat mengancing baju.
• Pintar mengerjakan puzzle, peg, dll tetapi amat sukar mengikuti perintah
• Berjalan pada usia normal tetapi tidak berkomunikasi
• Lancar membeo bicara, tapi sulit berbicara dari diri sendiri (inisiatif komunikasi)
• Suatu waktu dapat melakukan sesuatu, tetapi tidak dilain waktu.

1.4 Identitas Kasus
Nama : Fajar Ramudi
Jenis Kelamn : Laki-laki
Tempat Tanggal Lahir : Majalengka, 1 Juli 1998
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Status di Keluarga : Anak Kandung
Alamat : Desa Waringin – Majalengka
Jenis Kelainan : Autis Ringan

Identitas Orang Tua
Nama Ayah :Sohim
Tempat / Tgl Lahir : Majalengka, 14 Januari 1968
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Dagang
Alamat : Desa Waringin – Majalengka

Nama Ibu : Een Nuraeni
Tempat / Tgl Lahir : Majalengka, 4 Agustus 1965
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SLA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Desa Waringin – Majalengka

1.5 Assesmen ( Kemampuan yang ada pada saat ini)
a. Bicara dan Bahasa : Bicaranya lancar, akan tetapi dia tidak mengerti dan memaknai apa yang dia katakan
b. Konsentrasi dan perhatian mudah beralih pada objek yang lain
c. Lancar membeo bicara, tapi sulit berbicara dari diri sendiri (inisiatif komunikasi)
d. Ritualitas pada satu benda yaitu koran
e. Sering tantrum ( mengamuk ) apabila keinginannya tidak segera di turuti
f. Cenderung menarik diri dari teman sebayanya, ingin selalu di temani ayahnya
BAB II
PERMASALAHAN

Fajar seorang anak yang dilahirkan sebagai anak terakhir dari tiga bersaudara mengalami kelainan autis. Karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya informasi dari keluarga fajar bahwa didekat lingkungan rumahnya ada Sekolah Luar Biasa (SLB) sehingga kondisi autis fajar baru bisa terdeteksi setelah fajar masuk keSLB dalam 1 tahun terakhir ini ketika usia fajar 9 tahun.
Adapun permasalahan yang dialami fajar adalah sebagai berikut:
a. Permasalahan dalam hal kognitif (berfikir anak)
ketika disekitar fajar terdapat koran atau bentuk bacaan lainnya misalnya acara televisi maka dengan cepatnya dia membaca semua tulisan yang ada didalamnya. Terutama sangat menggemari berita acara atau jadwal televisi yang tercantum dikoran. Akan tetapi apabila diarahkan atau diberi hal yang lain maka dia akan menolaknya. Nada suara yang datar tanapa disertai jeda dalam berbicara. Andaikan ia memperhatikan suatu benda, misalnya sebuah mobil-mobilan ia hanya memeprhatikan satu bagian saja, dan tidak bisa memainkan mainan itu sebagaimana anak-anak lainnya. Diduga fajar tergolong anak autisme yang memiliki intelegensi tinggi karena kemampuan dia yang bisa dalam membaca kata bahkan kalimat demi kalimat.
b. Bahasa dan komunikasi
Kecenderungan membeo (mengulang kata-kata) lebih besar. Ketika ada penjual eskrim lewat didepannya maka dia langsung membeo kata ”eskrim” berulangkali, karena ketidaktahuan orangtua seringkali apa yang anak ucapkan berulangkali itu segera dipenuhi orangtuanya. Padahal ini tidak boleh dibiarkan, karena akan mengakibatkan tingkat kelainan autisnya makin berat dalam arti hiperaktifnya tinggi, perhatiannya mudah beralih.
c. Mudah meniru suatu kegiatan. Misalnya ketika gurunya menulis dipapan tulis kata ”kursi”, dia menyalinnya dengan baik walaupun hurufnya besar semua ”KURSI”.

d. Permasalahan dalam hal Konsentrasi dan atensi
Fajar cenderung asyik sendiri dengan koran, tidak sadar akan lingkungannya.
e. Permasalahan dalam sosialisasi
Fajar tidak bisa bermain dengan teman sebya, ia cenderung menarik diri dari teman-temannya. Ekspresi muka yang kurang hidup disertai kontak mata yang sangat kurang.





BAB III
UPAYA PEMECAHAN MASALAH

Pada penanganan anak autistic terapi sangatlah diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangannya. Namun perlu diingat bahwa terapi harus dimulai sedini mungkin sebelum usia 5 (lima) tahun. Hal ini dikarenakan perkembangan paling pesat dari otak manusia terjadi pada usia sebelum 5 (lima) tahun, puncaknya terjadi pada usia 2-3 tahun. Sebelum kita menangani anak autisme terlebih dahulu harus memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut :
1. Mengamati perilaku anak secara mendalam
2. Mengetahui riwayat perkembangannya
3. Pemeriksaan medis (kerja sama dengan dokter, psikolog)
4. Melakukan terapi wicara dan perilaku

Salah satu Upaya dalam memecahkan permasalahan yang dialami oleh fajar adalah sebagai berikut :

MEMBACA KORAN PELANGI
Dengan mengajak fajar untuk membaca koran. Hal ini karena minat fajar yang terbatas pada bacaan. Tentunya kita sedikit memberikan hal yang berbeda dengan bacaan yang tercantum dalam koran itu, ada sedikit bacaan yang kita tempeli dengan bentuk bulat berwarna variasi dari mulai merah, biru, kuning dan sebagainya. Hal ini untuk mengajarkan anak konsep warna. Selain itu bisa kita tambahkan bentuk binatang atau hal yang lainnya agar fajar tidak hanya membaca kata saja tapi memahami konsep warna yang ada.

Contohnya:

Merah Biru


BAB IV
PENUTUP


4.1 Kesimpulan
Setiap individu sudah pasti memiliki masalah dalam kehidupannya, namun masalah setiap individu tentu saja berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk mampu memahami masalah yang dihadapi oleh anak tidaklah mudah, memerlukan kecermatan dalam mengumpulkan data dan informasi yang sebanyak-banyaknya, ketelitian dalam menganalisis data/informasi sehingga tepat dalam menentukan kategori masalah.
Permasalahan yang dialami fajar dengan kelainan autis yang dialaminya tentu memerlukan perhatian yang khusus dan memerlukan metode yang bervariasi dalam upaya penanganannya. Sehingga dapat meminimalisir tingkat autis yang dialaminya.

4.2 Rekomendasi
Dari kesimpulan yang telah dipaparkan, maka ada beberapa rekomendasi yang tujukan kepada :
1. guru
Dasar semua pendidikan adalah kasih sayang yang murni tanpa pamrih (Seperti kasih seorang ibu kepada anaknya dan tidak memanjakan anak). Guru harus memiliki rasa empati dan respek kepada anak. Jangan sekali-kali memandang anak sebagai suatu benda/hewan ataupun sebagai anak bodoh, sekalipun diantara anak-anak ini ada juga yang memiliki intelegensi dibawah normal
2. orangtua
Diharapkan agar mendukung program yang ada di sekolah dengan melatih anak dirumah apa yang telah dilatih dan dipelajari di SLB. Karena bila hanya di Sekolah saja yang berusaha membelajarkan anak maka anak akan mengalami hambatan untuk maju dan berkembang. Selain itu orang tua anak autistic harus menangani anak mulai anak bangun pagi sampai anak tidur Lagi, karena anak-anak ini tidak boleh dibiarkan sendiri dan harus selalu ditemani secara interaktif, hanya dengan demikian kita dapat mengisi kekurangan perilakunya dan menghilangkan perilaku buruknya, serta menjadikannya “Normal” kembali.

Sumber :
http://www.blogcatalog.com/search.frame.php?term=makalah+kesehatan&id=1b4948a476902b8d4725d0e3ddaef9e9